Motif Pembunuhan Sutarjana di Buleleng

Sumber : balitopnews.com

Motif Pembunuhan Sutarjana di Buleleng – Kemarin, penyidik ​​Polsek Banjar masih mengusut kasus pembunuhan Banjar Dinas Munduk di Desa / Kecamatan Banjar Buleleng pada Senin, 8 Februari 2021.

Motif Pembunuhan Sutarjana di Buleleng

Sumber : balitopnews.com

nbcaugustaMotif tersangka membunuh korban Kadek Sutarjana belum ditentukan. Kapolres Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan ditemui pada Selasa 9 Februari 2021.

Ia mengatakan, proses penyidikan terhadap tersangka Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog (39) asal Desa Joanyar, Kabupaten Seririt masih berlangsung. dilakukan.

Banyak saksi juga diperiksa, termasuk istri korban Ketut Widani dan seorang tersangka rekan Gede Keli.

“Sampai saat ini kami masih menyelidiki. Kemarin, tersangka tidak dimintai keterangan karena masih mabuk. Istri korban juga tidak dimintai keterangan karena masih syok.

Namun, menurut keterangan awal Ketut Widani, sebelum pembunuhan itu, korban dan tersangka diperlakukan sebagai perselisihan dan tarik ulur dengan uang Rp100.000.

“Kami masih belum tahu untuk apa uang itu, kenapa tidak kami tarik. Hari ini, kami berencana memeriksa istri korban secara resmi.

Baca juga : 10 Fakta Neraca Dagang Indonesia Surplus

Harap bersabar, kami akan merilis kasus ini secepatnya keesokan harinya. ” Meski disebutkan proses penangkapan tersangka Ida Lemborg, pekerjaan itu berhasil dilakukan berkat kecerdasan seorang anak.

Bocah kecil yang melihat tersangka berjalan di persawahan dekat Desa Bubunan di Kabupaten Seriri pergi ke barat.

“Awalnya kami mencari tersangka di rumah tersangka, tapi sia-sia. Lalu seorang anak mengaku melihat korban berjalan ke sawah.

Kami kembali melakukan investigasi dan menemukan ada rumah saudara laki-laki tersangka di sawah yang masih dalam proses pembangunan.

Dia menjelaskan bahwa di rumah itulah kami menemukan tersangka tersembunyi di dalam kamar.

Bagaimana tersangka kabur dari TKP hingga akhirnya bersembunyi di kawasan Desa Bubunan?

“Kami masih menyelidiki masalah ini. Apakah ada orang lain yang membantu korban melarikan diri. Komisaris Villawan berkata: “Jangan biarkan aktor lain berpartisipasi dalam kasus ini ” , saat di tanya wartawan bali.tribunnews.com .

Terkait ketentuan yang akan menjatuhkan tersangka Ida Lempog (Ida Lempog), Wirawan dari Republik Korea memang tidak bisa diidentifikasi. Pasalnya, pihaknya masih mencari fakta hukum yang ada.

Dia mengatakan: “Belum bisa dipastikan apakah pembunuhan itu direncanakan atau apakah itu terjadi karena penganiayaan atas kematian korban. Kami masih mencari fakta hukum.”

Baca juga : Fakta Baru Pembunuhan Sadis Remaja Hamil di Medan

Kronologi Kejadian

Sumber : bali.tribunnews.com

Istri korban, Ketut Widani menuturkan, awalnya suami dan Ida Kade Suarsana minum di teras rumahnya saat WITA sekitar pukul 14.00 WITA. Saya membeli araka araca dan tu arak sapi.

Saat minum, korban dan tersangka akan bertengkar.

Wanita dengan dua anak itu panik.

Dia bergegas mencari bantuan warga untuk memutus perselisihan antara suami dan rekannya.

Tetapi ketika dia kembali ke rumah, yang mengejutkan, Vidani menemukan suaminya terbaring di halaman rumah dengan darah di wajahnya.

Pada saat yang sama, pasangan minumnya Suarsana tidak ditemukan, dan dia dicurigai sebagai pembunuhnya.

“Saya tidak tahu di mana masalahnya sampai mereka berdua bertengkar. Saya tidak tahu pelakunya.

Dia (pelaku, red) pertama kali datang ke rumah ini dan dikawal oleh Gede Keli, warga Desa Tangguwisia, Kabupaten Seriri.

Usai mengantar pelaku ke rumah korban, Gerd Kelly pergi.

Oleh karena itu, hanya suami saya dan pelaku yang minum di rumah.

Petugas medis dari Puskemas I Banjar tiba di lokasi pada pukul 18.00 WIB dan langsung melakukan otopsi pada jenazah Sutarjana.

Dari hasil otopsi, petugas medis menemukan bahwa korban mengalami luka robek di dagu dan bibir atas, luka robek di bagian belakang kepala, lecet di lengan kanan, serta kehilangan gigi atas dan bawah.

Usai dibelah, jenazah Kadek Sutarjana kemudian dibawa ke bagian forensik RSUD Buleleng untuk diotopsi.