Penurunan Angka Kriminalitas Di Pusat Kasino Macau selama Masa Pandemi


Penurunan Angka Kriminalitas Di Pusat Kasino Macau selama Masa Pandemi – Tahun 2020 ini rasanya bukanlah tahun yang mudah bagi semua negara di dunia. Berbagai negara sejak awal tahun hingga di penghujung tahun ini harus berjuang. Selama hampir satu tahun ini, semua negara berjuang menghadapi pandemi COVID-19. Virus yang satu ini memang tidak seperti virus pada umumnya.

Penyebarannya sangat mudah, dan prosesnya sangat cepat terjadi. Karena itu, wabah ini telah menginfeksi ribuan jiwa di masing-masing negara, dan jumlah korban meninggal pun tidak sedikit. Karena pandemi ini pula, perekonomian dan sektor lainnya harus menghadapi masa yang sangat sulit. Hal yang sama pula dihadapi oleh sektor industri perjudian. TIdak sedikit kasino yang harus menutup operasinya, baik itu hanya selama beberapa minggu karena karantina wilayah atau bahkan dalam jangka waktu yang lebih lama. Selain itu, pembatasan kegiatan di luar ruangan dan bepergian menjadi hal lain yang membuat industri hiburan yang satu ini semakin terpuruk.

Hal ini tidak hanya dijumpai di industri judi di negara-negara berkembang. Industri judi dan kasino yang berada di berbagai tempat judi dengan skala internasional pun harus menghadapi hal yang sama. Dalam hal ini, salah satu pusat perjudian yang menghadapi masa sulit ini adalah Macau. Pusat judi terbesar yang berada di China ini harus menghadapi masa yang benar-benar sulit dengan semakin sedikitnya pengunjung yang datang ke Macau untuk berjudi. Larangan bepergian dan penyebaran COVID-19 memang menjadi salah satu penyebabnya. Setidaknya, penurunan pendapatan kotor yang diterima oleh berbagai resort dan kasino di Macau mencapai 81,4%. Ini menjadi catatan yang sangat buruk, bahkan bila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, catatan buruk lainnya terdapat dalam tingkat kunjungan yang datang ke Macau. Jumlah penurunannya mencapai 87%.

Walau pandemi ini benar-benar menghadapkan industri judi dan kasino di Macau dengan masalah berat, ada juga pula kabar yang muncul dari kondisi ini. Hal ini berasal dari aspek tindak kriminal yang terjadi. Dalam waktu normal sebelum adanya pandemi, tindak kriminal yang ada di Macau sendiri saja sudah cukup besar. Namun, selama masa pandemi ini, terjadi penurunan tajam di berbagai resort dan kasino yang ada di tempat ini. Hal ini sebenarnya tidaklah terlalu mengherankan karena memang jumlah pengunjung yang datang pun menjadi jauh lebih sedikit sehingga peluang kejahatan dan tindak kriminal bisa turun secara tajam.

Setidaknya, tindak kriminal yang melibatkan kekerasan fisik menurun hingga 67%. Lalu, tindakan kriminal yang tidak disertai kekerasan menurun hingga 54%. Dalam kurun waktu hampir satu tahun ini pula, laporan yang diterima oleh pihak berwenang pun hanya mencapai 2.555 laporan saja. Laporan tindakan kriminal ini menurun drastis, setidaknya mencapai separuhnya dari laporan yang diterima tahun lalu.

Selain itu, secara lebih rinci, dalam waktu sekitar sembilan bulan ini, tindakan pencurian menurun dari 148 laporan di tahun lalu menjadi hanya 23 laporan saja. Untuk kasus yang melibatkan renternir, kasusnya menurun hingga 57 laporan saja, dan ini sama dengan penurunan 88% dari tahun lalu. Untuk tindakan penculikan, kasusnya menurun hingga 89% atau hanya menyentuh angka 29 kasus saja di tahun ini. Untuk perdagangan obat terlarang, penurunan cukup signifikan juga terjadi. Setidaknya, kasus menurun hingga 43% atau hanya mencapai 53 kasus saja di tahun ini. Walau secara umum terjadi penurunan tindak kriminal, judi online ilegal justru mengalami peningkatan. Karena kondisi pandemi ini, orang pun lebih memilih judi online. Namun, sayangnya pemerintah China sendiri sejak awal melarang adanya judi online di seluruh wilayah negara ini, bahkan di Macau sekalipun.